BACK




KNOWLEDGE
Berhenti Nge-Gym Bikin Badan Melar, Mitos atau Fakta?
January 22, 2019

Banyak orang yang mengatakan berhenti nge-gym bisa bikin badan melar. Pernyataan ini seringkali mendasari keengganan orang memulai rutin latihan gym. Berbagai penelitian telah menunjukkan adanya epnurunan kegiatan olahraga dapat mengakibaykan sejumlah perubahan negatif, antara lain peningkatan risiko serangan jantung hingga depresi. Lalu, benarkah berhenyi nge-gym bikin badan melar? Berikut ini ulasannya.

Benarkah tubuh jadi melar ketika berhenti nge-gym?


Saat Anda rutin latihan fitness, lalu tiba-tiba berhenti dalam waktu cukup lama kemungkinan badan menjadi melar bisa saja terjadi. Hal ini karena ketika Anda melakukan fitness secara rutin, makanan yang diasup dengan energi yang dibakar saat fitness sepadan hasilnya. Namun, ketika berhenti fitness ataupun melakukan olahraga lainnya, maka ketangkasan otot akan menurun. Selain itu, metabolisme tubuh juga akan melambat sehingga lemak yang tersisa cenderung tersimpan dalam tubuh.


Benarkah otot yang sudah terbentuk akan berubah menjadi lemak?


Jawaban dari pertanyaan ini adalah tidak. Otot dan lemak merupakan dua hal yang berbeda di dalam tubuh. Saat Anda yang biasa melatih otot kemudian berhenti berolahraga, otot akan mengecil dan sel lemak pun meningkat. Pada dasarnya, hal ini akan berdampak perlahan pada kenaikan berat badan. Latihan yang Anda lakukan selama nge-gym akan membangun serta menguatkan otot tubuh. Sedangkan jika Anda tidak melatihnya secara rajin dan terus menerus, otot akan mengalami kondisi yang disebut atrofi. Atrofi otot terjadi ketika Anda tidak berlatih fisik secara rutin sehingga kekuatan otot akan diambil alih. Akibatnya, biasanya Anda akan mulai mengalami masalah sendi dan ligamen. Secara bertahap, tubuh akan mulai kehilangan massa otot terutama jika Anda telah terbiasa oleh latihan ketahanan. Seberapa cepat Anda kehilangan massa otot tergantung kepada usia Anda. Semakin Anda tua, maka semakin cepat Anda akan kehilangan massa otot. Berbagai ahli mengatakan bahwa dalam waktu kurang dari 30 hari setelah berhenti fitness, Anda akan melihat otot kehilangan kekuatan dan daya, termasuk kecepatan, kelincahan, mobilitas, dan bergerak dari sisi ke sisi. Sekitar dalam waktu seminggu, otot Anda akan kehilangan berbagai potensi pembakaran lemak dan melambatnya metabolisme. Hal ini mengakibatkan lemak mulai bertambah dan menutupi otot Anda.

Disarankan untuk tetap berolahraga


Berdasarkan penelitian dari Department Counseling and Psychological Service di Universitas California, orang yang berhenti nge-gym akan memiliki kemungkinan terkena gejala stress. Selain itu, Anda mungkin akan mengalami peribahan pola tidur, sulit untuk berkonsentrasi, tubuh menjadi mudah sakit dan pegal. Jadi, sangat disarankan Anda untuk tetap berolahraga meskipun mungkin Anda ingin libur sejenak dari nge-gym. Setidaknya lakukan berbagai latihan seperti push up, sit up, atau back up guna mencegah bahaya tubuh saat berhenti berolahraga.